Membaca sebuah Quotes
yang aku lihat di G+, sedikit menampar hati. Di sana tertulis; “Jaman semakin
aneh, yang baik disia-siain, yang jahat dikagum-kagumin. Yang modus di
pertahanin, sedangkan yang tulus disia-siain. Aneh kan?”
Tamparan
itu untuk mengingatkan aku akan peristiwa yang pernah terjadi. Ketika aku masih
mengaggumi seorang pria yang pernah jadi masa laluku. Sedangkan aku? Statusku saat
itu telah bersuami seperti saat ini. Apakah rasa kagum itu menjadikanku lupa
daratan sehingga menghianati suamiku? Tidak. Ini hanya hati yang di
ombang-ambing perasaan. Kalau istilah saat ini, baper!
Diantara
aku dan masa laluku itu tak pernah ada kencan apalagi main gila. Ini pure hati
yang sedang dipermainkan oleh rasa. Menganggap bahwa seseorang itu masih
menyimpan cinta hingga akhirnya masih belum menikah hingga saat ini.
Tapi
sesungguhnya itu merupakan sesuatu yang baik. Ya, peristiwa itu menjadikan
diriku mengetahui bahwa suamiku adalah lelaki yang luar biasa. Dia paham bahwa
aku tetap menjaga diri, karena hanya hati yang hanyut dalam sebuah permainan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar